EMPLOYEE RETENTION AND TERMINATION

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
EMPLOYEE RETENTION AND TERMINATION by Mind Map: EMPLOYEE RETENTION AND TERMINATION

1. Dimensi Kepuasan Kerja

1.1. Satisfaction with empowerment

1.2. Satisfaction with job fulfillment

1.3. Satisfaction with pay

1.4. Satisfaction with work group

1.5. Satisfaction with security

1.6. satisfaction with work facilitaion

2. Langkah Mengurangi Turnover

2.1. Survey ; job descriptive index

2.2. Sosialisasi ; orientasi karyawan baru

2.3. Perceived organizational support (POS)

2.4. Staffing

2.5. Training and development

2.6. Career planning

2.7. Compensation

2.8. Labor relations

3. Exit Interview

3.1. Pertemuan antara karyawan yang akan meninggalkan perusahaan dengan supervisor atau manajer HRD untuk membahas alasan karyawan tersebut meninggalkan perusahaan

4. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

4.1. Pengertian

4.1.1. Pemutusan hubungan kerja yang tidak terkait dengan prestasi kerja

4.2. Dampak

4.2.1. Munculnya korban PHK (layoffs victim) dan layoffs survivor

4.3. Alternatif

4.3.1. Human resource planning

4.3.2. Hiring freezes

4.3.3. Voluntary early retirement

4.3.4. Reduction of overtime

4.3.5. Job sharing

4.3.6. Retention of contracted work

4.4. Prinsip panduan pertemuan pra-PHK

4.4.1. Beri tahu karyawan secara langsung

4.4.2. Dengarkan karyawan yang akan dipecat

4.4.3. Rangkum pertemuan tersebut secara tertulis terutama kompensasi pesangon, tunjangan dan layanan yang akan diberikan kepada karyawan

4.4.4. Siapkan personel keamanan untuk berjaga-jaga jika karyawan yang diberhentikan melampiaskan frustasinya dengan cara kekerasan

5. Employee Retention

5.1. Serangkaian tindakan yang dirancang untuk mempertahankan karyawan yang baik dalam perusahaan

6. Employee Termination

6.1. Proses pemutusan hubungan kerja yang efisien dan adil

7. Turnover Karyawan

7.1. Voluntary turnover yaitu karyawan sendiri yang membuat keputusan untuk berhenti bekerja

7.2. Involuntary turnover yaitu perusahaan/organisasi memutuskan hubungan kerja

7.3. Dysfunctional turnover yaitu seorang karyawan yang kinerjanya memadai secara sukarela berhenti dari perusahaan tersebut

8. Tipe-Tipe Turnover dan Retensi Karyawan

8.1. Functional retention

8.2. Dysfunctional retention

8.3. Functional turnover

8.4. Dysfunctional turnover

9. Proses Pengambilan Keputusan Karyawan untuk Berhenti Bekerja

9.1. Path 1 : Initial shock

9.2. Path 2 : Thoughtful analysis

9.3. Path 3 : Comparison with alternative jobs

9.4. Path 4 : Decision to quit